LambeTurahBali - Jakarta tampaknya masih mengalami ketegangan setelah ribuan mahasiswa dan buruh turun rintang pada Hari Sumpah Pemuda. Hanya satu hari kemudian, Kamis (29/10/2026), aksi massa menyebar di 61 titik sekaligus di kota ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut jumlah tersebut belum termasuk 17 kegiatan masyarakat lain yang juga berlangsung bersamaan.
“Untuk hari ini ada 61 titik penyampaian pendapat dan 17 kegiatan masyarakat lainnya,” katanya di Bundaran HI.
Hari ini merasa unik karena kehadiran kelompok turun yang sangat bervariatif. Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melaksanakan Aksi Kamisan di Taman Pandang sambilnya Koalisi Nasional Perempuan Indonesia mengadu aspirasinya di Gedung DPR/MPR sekitar 20 orang.
— Informasi dari lapangan
Dua Lokasi, Dua Grup Berbeda
- Pertemuan pelaku UMKM berlangsung depan Kantor DPRD DKI Jakarta.
- Lokasi lainnya dipilih oleh Gerakan Ojol Indonesia Bersatu yang berkumpul di depan Kementerian UMKM.
Hari ini demo juga membahas isu ketenagakerjaan di industri; terjadi pergerakan karyawan dari sebuah perusahaan di Pancoran, Jakarta Selatan. Dukungannya semakin banyak dengan hadirnya 50 mahasiswa BEM UNJ di Tugu Tani, Menteng, serta Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia bersama BEM SI se-Jabodetabek dan Kepresidenan Mahasiswi Trisakti yang ikut menggelar aksi tersebut.
Dengan titik-titik pemusatan massa begitu luas tersebar, menjaga normalitas ibu kota menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang. Budi menyatakan bahwa jumlah personel belum bisa dipastikan hari ini, namun tetap siapnya gabungan personil dari TNI, Polri, dan Pemprov DKI untuk pengamanan dan pengawalan.
Mengingatkan setiap kelompok massa untuk mendaftarkan permohonan secara resmi sebelum melakukan demonstrasi, walaupun ketentuannya tidak berubah:
“Apa pun sudah terjadi pelaksanaan aksi tetap akan dilakukan pengamanan, pengawalan, dan pelayanan.”
Hari ini skala demonstrasi masih lebih kecil dibanding sehari sebelumnya. Rabu (28/10/2026), saat Hari Sumpah Pemuda, Polri mencatat 53 elemen masyarakat turun bersama, meliputi mahasiswa dari berbagai universitas dan buruh.
Konsentrasi massa terpusat pada empat kawasan utama: Bundaran HI dan Monas yang dipadati oleh mahasiswa lintas kampus; depan Gedung DPR/MPR di Gatot Subroto menjadi titik pertemuan para buruh; serta Tugu Tani di Menteng yang bahkan memicu antrean kendaraan hingga ke Jalan Ridwan Rais dan Kwitang.
Dua hari berturut-turut dengan puluhan titik aksi menunjukkan bahwa isu-isu di balik pertemuan warga tidak hanya satu saja. Isu-isi tersebut berkisar dari nasib pengendara ojek online (ojol), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga mahasiswa yang masing-masing memiliki tuntutan mereka sendiri.
Cara pola ini berlanjut dalam beberapa hari mendatang akan menjadi penentu apakah Jakarta harus bersiap menghadapi gelombang demonstrasi yang lebih panjang atau sebaliknya.