Kabar Gemerlap - Dalam kunjungan investigatif ke Kalimantan, Zaskia Adya Mecca mengungkapkan keterkejutan terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membara di wilayah tersebut. Ia mengakui bahwa pengalaman ini menjadi salah satu momen paling mengguncang dalam perannya sebagai relawan.
Dalam video yang diunggah ke media sosial, Zaskia menunjukkan lokasi kebakaran yang berada dekat bandara. Ia mengungkapkan bahwa warga setempat terus berupaya memadamkan api tanpa dukungan infrastruktur memadai. ''Ini bukan hanya soal tenaga, tapi juga biaya. Mereka harus membeli bahan bakar sendiri untuk pompa air,'' ujarnya.
Kunjungan ini juga mengungkit kekhawatiran Zaskia sebagai ibu dari anak dengan asma. ''Situasi ini membuatku semakin sulit membayangkan bagaimana masyarakat bertahan di udara yang tercemar asap,'' tulisnya dalam keterangan unggahannya.
Analisis terhadap situasi menunjukkan bahwa perjuangan warga terkendala oleh ketiadaan bantuan pemerintah yang signifikan. Meski relawan terus berupaya, kondisi karhutla yang berlangsung selama empat bulan membuat harapan pemulihan lingkungan semakin jauh.
Investigasi ini menggarisbawahi pentingnya respons cepat dari pihak berwenang dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya untuk memutus siklus kebakaran yang terus berulang.
Investigasi: Kebakaran Hutan Kalimantan dan Perjuangan Relawan di Tengah Keterbatasan Sumber Daya
Zaskia Adya Mecca mengakui kunjungan ke Kalimantan sebagai relawan menjadi pengalaman paling emosional, terutama melihat warga berjuang memadamkan api dengan sumber daya terbatas.