Kabar Gemerlap - Investigasi terbaru menemukan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Indonesia mengambil langkah strategis untuk mengalihkan arus jemaah umrah dari penerbangan transit di Malaysia dan Singapura ke maskapai nasional. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam wawancara eksklusif di Jakarta Pusat (26/10/2026) mengungkapkan bahwa sekitar 70.000 jemaah umrah Indonesia menggunakan rute transit tersebut setiap tahun.
"Kami meminta asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah sementara tidak memilih penerbangan transit ke Bandara Malaysia maupun Singapura," ujar Dahnil, menyoroti potensi kebocoran dana yang bisa mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Ekonomi Nasional Jadi Prioritas Utama
Analisis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 65% dari dana umrah yang mengalir ke luar negeri terkait biaya transportasi. Pemerintah menilai ini merugikan ekonomi nasional, terutama dalam konteks persaingan maskapai nasional dengan maskapai asing.
"Jika kita bisa mengalihkan 30% dari jemaah transit ke maskapai nasional, potensi pendapatan dalam negeri bisa meningkat 15-20%," kata Dahnil.
Garuda Indonesia dan Lion Air diharapkan menjadi pemenang dari kebijakan ini. Namun, keduanya harus meningkatkan kualitas layanan dan harga kompetitif untuk menarik jemaah.
Perbaikan Infrastruktur Terminal 2 Soekarno-Hatta
Sebagai bagian dari strategi, pemerintah juga fokus pada perbaikan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Tahun lalu, terminal ini mencatat 2.5 juta penumpang umrah, tetapi masih menghadapi masalah seperti antrean panjang dan kurangnya fasilitas haji.
Dahnil mengakui bahwa pemerintah sedang berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk mempercepat pembangunan ruang pemeriksaan keamanan dan area pelayanan jemaah.
Isu Refund yang Membatasi PPIU
Dalam pertemuan dengan asosiasi penyelenggara, Dahnil mengungkapkan bahwa 40% PPIU mengalami kendala dalam proses refund. Masalah ini disebabkan oleh ketidakjelasan regulasi dan keterlambatan persetujuan dari Kementerian Keuangan.
"Kami akan mempercepat proses refund melalui asistensi teknis dan regulasi," tegas Dahnil.
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan 70% kasus refund dalam 3 bulan ke depan.
Empat Fokus Utama Pemerintah
Kementerian Haji dan Umrah menetapkan empat fokus utama:
- Mengurangi penerbangan transit ke Malaysia-Singapura
- Meningkatkan daya saing Garuda dan Lion Air
- Perbaikan Terminal 2 Soekarno-Hatta
- Penyelesaian refund untuk PPIU
Langkah ini diharapkan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dan transportasi nasional hingga 12% pada 2027.