Kabar Gemerlap – Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan kendaraan listrik dan faktor manusia dalam kecelakaan lalu lintas. Insiden ini, yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB, melibatkan lima kendaraan dan menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) terluka serius.
Mobil BYD bernomor polisi B-1220-KDP, dikemudikan oleh seorang pria berinisial S (46), menabrak mobil Honda Brio, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai HS (56), mobil Wuling, dan dua kendaraan yang sedang terparkir di Hotel Amaris. Korban, HS, mengalami patah tulang kaki kiri dan harus dirawat di Rumah Sakit Fatmawati.
Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan kronologi kecelakaan:
"Kendaraan BYD melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim. Saat mencapai depan Win Hotel, mobil tersebut menabrak Honda Brio yang melaju searah, oleng ke kiri, menabrak Honda Beat, lalu menghantam Wuling yang sedang berhenti. Mobil BYD kemudian naik trotoar dan menabrak dua kendaraan yang terparkir di Hotel Amaris," kata Kharisma.
Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, dengan dugaan awal mengarah pada kurangnya kehati-hatian dan konsentrasi pengemudi. Namun, investigasi lanjutan diperlukan untuk memahami konteks lebih luas, termasuk kondisi kendaraan, riwayat pengemudi, dan kondisi jalan.
Kecelakaan ini memicu pertanyaan tentang keselamatan kendaraan listrik di Jakarta. BYD, merek mobil listrik asal Tiongkok, telah menjadi populer di pasar Indonesia. Namun, insiden ini menyoroti kebutuhan untuk mengevaluasi standar keamanan dan pelatihan pengemudi kendaraan listrik.
"Kami masih dalam proses penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan," tambah Kharisma. Hingga saat ini, tidak ada indikasi kesalahan teknis pada mobil BYD, tetapi polisi tetap mengumpulkan data dari kamera CCTV, rekaman kendaraan, dan saksi mata.
Korban, HS, dalam kondisi stabil setelah perawatan di RS Fatmawati, tetapi kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pengemudi dan pengguna jalan untuk selalu waspada. Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga konsentrasi, dan memperhatikan kondisi jalan.
Investigasi terus berlangsung, dengan Polda Metro Jaya berkomitmen mengungkap faktor penyebab kecelakaan. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk meningkatkan kebijakan lalu lintas dan keselamatan berkendara di Jakarta Selatan.