Kabar Gemerlap - Pertandingan NBA antara Philadelphia 76ers dan New York Knicks tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga memicu kontroversi politik ketika LeBron James dituding tidak menghormati lagu kebangsaan oleh Presiden Donald Trump.

Dalam rekaman yang beredar, LeBron James terlihat tetap melakukan pemanasan saat lagu kebangsaan The Star-Spangled Banner berkumandang di Madison Square Garden, New York, pada Selasa (20/10/2026). Aksi ini segera memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump, yang mengkritik tindakan James melalui media sosial X.

Reaksi Trump: Tuduhan Pengkhianatan Nasional

Presiden Trump menuduh LeBron James tidak menghormati negara dan mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat memalukan. Dalam unggahannya, Trump menuntut agar James meminta maaf kepada veteran militer Amerika.

"Saat mendengarkan Lagu Kebangsaan kita, LeBron James tidak menghormati Negara kita! Saya sudah bilang sejak awal bahwa dia tidak baik, SANGAT MEMALUKAN."

Trump juga menekankan bahwa James harus meminta maaf kepada para pahlawan Amerika yang gugur dalam perang.

"LeBron James harus meminta maaf kepada semua Pejuang dan Pahlawan Amerika yang hebat yang gugur demi Bendera Amerika, dan semua yang diperjuangkan negara kita!"

LeBron James: Diam, Namun Kuat

Di sisi lain, LeBron James tidak langsung merespons kritik Trump. Dalam pertandingan melawan Cleveland Cavaliers, James membuktikan ketangguhannya dengan membawa timnya menang 114-106.

Ketika diwawancarai, James memberikan jawaban yang dingin dan penuh makna.

"Hari ini berita agak sepi di kantor," kata James sambil tersenyum kepada wartawan setelah kemenangan 76ers.

Sejarah Perseteruan: Lebih dari Sekadar Olahraga

Konflik antara Trump dan James bukanlah hal baru. James sebelumnya pernah mengkritik Trump secara terbuka, bahkan menyebutnya sebagai "sosok orang yang tidak berguna" di Twitter.

James menjelaskan bahwa kekecewaannya terhadap Trump berasal dari hilangnya teladan kepemimpinan bagi generasi muda di AS.

"Dia tidak mengerti berapa banyak anak-anak, tanpa memandang ras, yang mengagumi presiden Amerika Serikat untuk bimbingan, kepemimpinan, dan kata-kata penyemangat. Dia tidak mengerti itu, dan itulah yang membuat saya lebih muak daripada apa pun."

Analisis: Kapan Olahraga Menjadi Isu Politik?

Perseteruan ini menunjukkan bagaimana konflik politik dapat merambat ke dunia olahraga, terutama ketika tokoh-tokoh seperti LeBron James dan Donald Trump terlibat.

Para ahli sosiologi budaya mengatakan bahwa perseteruan ini mencerminkan jurang perbedaan ideologis yang mendalam antara keduanya, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.