Kabar Gemerlap - Di tengah kenaikan tajam angka kecelakaan lalu lintas sebesar 23% di Jawa Timur, Polda Jatim meluncurkan Operasi Patuh Semeru 2026 dengan pendekatan yang dinilai lebih radikal. Operasi yang berlangsung 14 hari ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi bagian dari upaya investigatif untuk mengungkap akar permasalahan di balik angka-angka mengkhawatirkan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengakui bahwa data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menunjukkan peningkatan signifikan: 4.766 kasus kecelakaan tambahan dan 94.895 pelanggaran dalam 9 bulan pertama 2026. Angka ini memicu pertanyaan: mengapa tren ini terjadi meski operasi serupa telah dilakukan sebelumnya?
Dalam wawancara eksklusif dengan Kabar Gemerlap, Irjen Pol Dekananto mengungkap bahwa operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga investigasi terhadap pola perilaku pengguna jalan. 'Kita harus memahami faktor-faktor yang memicu pelanggaran, seperti kesadaran rendah atau infrastruktur yang tidak memadai,' katanya.
Strategi operasi mengombinasikan pendekatan preventif (50%), preemtif (20%), dan represif (30%). Namun, investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa implementasi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) masih menghadapi tantangan teknis di beberapa daerah rawan. Sementara itu, koordinasi lintas instansi seperti TNI dan pemerintah daerah belum sepenuhnya optimal, menurut analisis internal Polda Jatim.
Analisis data tambahan menunjukkan bahwa 65% kecelakaan terjadi di jalan-jalan dengan tingkat kerawanan tinggi, yang sebagian besar berada di wilayah perkotaan seperti Surabaya dan Malang. Investigasi ini memicu diskusi mengenai kebutuhan renovasi jalan dan penambahan rambu lalu lintas di area tersebut.
Kritik dari kalangan profesional menyebut bahwa operasi ini perlu lebih mengedepankan pendekatan edukasi berbasis data, bukan hanya penindakan. 'Kita harus menemukan solusi struktural, bukan hanya menyelesaikan gejala,' kata seorang ahli lalu lintas yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dengan pendekatan investigatif ini, Polda Jatim berharap Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya mengurangi angka kecelakaan, tetapi juga membuka dialog serius mengenai transformasi keselamatan lalu lintas di Jawa Timur.