Kabar Gemerlap - Dalam wawancara eksklusif dengan Nusantara TV, Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden, membongkar sumber janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang viral selama Pilpres 2024. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut berasal dari kampanye Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan Presiden Prabowo Subianto.
"Itu bukan Pak Prabowo kan yang ngomong, wakilnya Mas Gibran kan. Pas kampanye biasa kan, hiperbola. Itu kan bahasa kampanye. Kalau ditanya apakah realistis? Jelas tidak realistis," ujar Said Iqbal, menyoroti sisi realistis dari retorika politik.
Dalam konteks ketenagakerjaan yang sedang menghadapi tekanan, data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 63.789 pekerja mengalami PHK di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Pulau Jawa menjadi episentrum krisis, dengan Jawa Barat mencatat 13.044 PHK (20,45% dari total nasional), diikuti Banten (7.733), Jawa Timur (6.154), Jawa Tengah (5.585), dan DKI Jakarta (4.587).
Analisis pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar mengungkap ketimpangan antara target kampanye dan realitas. "Selama 2 tahun pemerintahan, penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 2,8-2,9 juta posisi. Jika dibagi 5 tahun, target 19 juta membutuhkan 3,8 juta per tahun," tukasnya, menyoroti ketidaksesuaian antara janji dan kinerja.
Dominasi pekerjaan informal (1,1 juta dari 1,4 juta kesempatan kerja semester I-2026) menjadi isu kritis. "Pekerjaan formal dengan upah minimum dan perlindungan jelas harus menjadi prioritas," tekankan Timboel, mengkritik pendekatan yang menyamakan kualitas pekerjaan formal dan informal.
Investigasi ini mengungkap kesenjangan antara retorika politik dan tantangan nyata, termasuk tekanan PHK di sektor padat karya seperti tekstil dan garmen. Data dan analisis menunjukkan kebutuhan kebijakan yang seimbang antara penciptaan lapangan kerja dan perlindungan pekerja.