Kabar Gemerlap - Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026), dalam upaya mengevaluasi capaian dua tahun pemerintahannya. Sidang ini tidak hanya membahas pencapaian, tetapi juga mengungkap tantangan dan kontroversi yang masih menghiasi pemerintahan saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi jadwal sidang kabinet paripurna tersebut, menyebutkan acara akan berlangsung pukul 15.00. Sementara itu, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Brian juga membenarkan jadwal yang sama.

"Besok (Rabu hari ini) sidang kabinet paripurna, jam 3," kata Airlangga.

Istana Kepresidenan menyajikan rangkuman capaian pemerintah selama dua tahun, termasuk program prioritas seperti penguatan ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperkenalkan video yang menampilkan data capaian, seperti peningkatan akses makanan bergizi dan penurunan angka kemiskinan.

"Kita harus memastikan bahwa program ini tidak hanya diangka, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, investigasi Kabar Gemerlap menemukan bahwa beberapa program masih menghadapi kritik. Kritik terbesar datang terhadap struktur kabinet yang dianggap "gemuk" oleh sejumlah analis. Prabowo membela struktur ini dengan mengatakan bahwa kompleksitas negara dengan 300 juta penduduk membutuhkan koordinasi yang luas.

"Indonesia satu kabinet. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?" tanya Prabowo.

Kontroversi lain yang dibahas adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan. Prabowo mengancam akan mencabut izin perusahaan yang terbukti terlibat. Namun, investigasi menunjukkan bahwa hingga saat ini, hanya sedikit perusahaan yang dituntut secara hukum.

"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak," ujar Prabowo.

Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berhasil meningkatkan akses nutrisi bagi anak-anak di daerah terpencil. Namun, kebijakan ini juga mengundang kritik terkait efisiensi anggaran dan pengawasan distribusi.

"Program ini harus dijaga agar tidak menjadi korupsi berpakaian pakaian baik," kata seorang ahli kebijakan.

Sidang kabinet paripurna ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi keberhasilan dan kelemahan pemerintahan Prabowo. Kabar Gemerlap terus memantau perkembangan selanjutnya, termasuk tindakan terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.