Kabar Gemerlap - Dalam rangka memperingati 500 tahun Jakarta, Gubernur Pramono Anung mengklaim capaian IPM 85,05 sebagai bukti keberhasilan pembangunan. Namun investigasi mendalam mengungkap ketimpangan akses layanan publik di kawasan penyangga Jabodetabek.
"IPM Jakarta mencapai 85,05, yang menempatkan kota ini sebagai yang terbaik secara nasional," ujar Pramono dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).
Analisis data BPS menunjukkan bahwa capaian IPM tersebut tidak merata. Di kawasan seperti Karawang dan Bekasi, akses ke layanan kesehatan dan pendidikan masih jauh dari standar nasional. Hal ini memicu pertanyaan tentang validitas klaim IPM yang disampaikan oleh pemerintah.
"Kehidupan kerukunan beragama memang menjadi faktor dalam IPM, tetapi data lapangan menunjukkan disparitas akses layanan dasar," ujar Dr. Rina Suryani, ahli kebijakan publik.
Investigasi Kabar Gemerlap juga menemukan bahwa penurunan angka kemiskinan 3,96% di Jakarta tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di kawasan penyangga. Di Kabupaten Bogor, tingkat kemiskinan masih mencapai 7,2%, jauh di atas rata-rata nasional.
"Program pelatihan kerja melalui MTU memang membantu, tetapi belum mencakup seluruh kelompok rentan," kata Arif Wibowo, peneliti ekonomi.
Terlepas dari capaian tersebut, KPK menghibahkan aset senilai Rp9,65 miliar kepada Pemprov DKI. Aset tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, tetapi ada kekhawatiran tentang transparansi penggunaan dana tersebut.
"Kita berharap aset ini dimanfaatkan secara optimal, tetapi harus ada mekanisme pengawasan yang ketat," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
Dengan pendekatan investigatif, Kabar Gemerlap mengungkap bahwa di balik angka-angka positif, masih ada tantangan besar dalam memastikan keberhasilan pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.