Kabar Gemerlap - Polda Jawa Timur meluncurkan program Polisi Jogo Sekolah sebagai strategi proaktif untuk mengurangi perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Program ini menempatkan polisi sebagai mitra sekolah, dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Program diluncurkan dengan Apel Satgas Preemptive Strike di Mapolda Jatim, dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Ia menekankan bahwa generasi muda adalah fondasi Indonesia Emas 2045 dan harus dilindungi dari pengaruh negatif.

"Generasi muda ini yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya," ujar Dekananto seusai apel.

Kapolda menyoroti bahwa perundungan sering dianggap remeh, padahal berdampak serius. Polisi akan memberikan edukasi tentang batasan pergaulan dan konsekuensi hukum.

Program ini mencakup pemetaan sekolah untuk penempatan personel dan pendampingan intensif di sekolah dengan risiko tinggi. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas.

Kolaborasi dengan guru BK, kepala sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan dianggap kunci keberhasilan. "Anak-anak kita memiliki masa depan panjang. Jangan sampai karena kurang pemahaman, mereka terjerumus persoalan hukum," tegas Dekananto.

Polisi Jogo Sekolah akan diterapkan di seluruh Polres jajaran Polda Jatim, dengan fokus pada pencegahan sejak dini.