Kenaikan Konsumsi BBM di Banten

Data dari Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat (JBB) menunjukkan kenaikan signifikan dalam konsumsi Pertalite di wilayah Banten. Rata-rata harian Pertalite pada Oktober 2026 mencapai peningkatan 15% dibandingkan bulan Juni 2026, sementara Biosolar naik 16% dalam periode yang sama. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya trafik logistik sebesar 22-24% di tahun 2026, terutama terkait preferensi truk logistik mengisi BBM sebelum dan sesudah penyeberangan Merak.

Strategi Pertamina dalam Menjaga Stok

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyatakan bahwa penyaluran BBM di seluruh SPBU di Banten berjalan lancar dan stok dalam kondisi baik. Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina terus melakukan monitoring di titik-titik rawan kepadatan. Selain itu, pihaknya juga memastikan pasokan BBM dari FT Tanjung Gerem ke Lembaga Penyalur atau SPBU setiap hari.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Pertamina mengklaim telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Pemprov Banten, ESDM Banten, BPH Migas, Ombudsman Banten, Jasa Marga, dan Polda Banten. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan mengantisipasi kemungkinan gangguan.

Kritik dan Pertanyaan Terbuka

Walaupun Pertamina menyatakan stok BBM terjaga, beberapa analis mengingatkan bahwa kenaikan konsumsi BBM yang signifikan perlu diikuti oleh peningkatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi. Pertanyaan terbuka tetap terkait dengan kemampuan Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM jangka panjang mengingat meningkatnya kebutuhan logistik di wilayah Banten.