Kabar Gemerlap - Operasi gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai mengungkap lab narkoba terbesar di Indonesia di Kabupaten Pidie, Aceh, dengan penyitaan 1 ton sabu cair methamphetamine. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meninjau lokasi setelah memimpin pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCl di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Penyelidikan awal menunjukkan keterlibatan sindikat internasional dari China, Malaysia, dan Indonesia. Pengungkapan ini menunjukkan upaya serius aparat dalam menghentikan peredaran narkoba lintas negara.

Operasi di Pidie: Lab Narkoba yang Disulap dari Toko

Dua toko di Pidie diduga diubah menjadi pabrik sabu. Aparat mengamankan 1 ton methamphetamine cair. Keterlibatan sindikat lintas negara masih perlu didalami.

Ketamin di Belawan: Penyelundupan dalam Skala Massal

1,16 ton ketamin HCl ditemukan di kapal MT Global 168, dengan nilai Rp 3,48 triliun. Delapan awak kapal ditangkap, termasuk satu WNA asal Taiwan. Rute kapal yang mencurigakan memicu operasi intersepsi.

Operasi dilakukan dengan kapal patroli Bea Cukai dan Bareskrim, setelah deteksi anomali pergerakan kapal di Selat Malaka dan Laut Andaman.

Kapolri: Upaya Serius Menghadapi Sindikat Transnasional

Suyudi menegaskan komitmen pemberantasan narkoba, menyatakan bahwa penyitaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi upaya melindungi generasi muda. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap jaringan pemasok dan distribusi.

Barang bukti yang disita, termasuk kapal MT Global 168 dan 14 ponsel, kini dalam penyidikan untuk mengungkap seluruh pihak terlibat.