Kabar Gemerlap - Dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono turun langsung memantau pengaturan lalu lintas di Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan kepolisian di jalur-jalur padat, termasuk Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, dan Bundaran CITO.
Investigasi Kabar Gemerlap menemukan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Kapolda Jatim untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat. Wakapolda Jatim serta para PJU turut serta dalam pemantauan ini, menunjukkan komitmen hierarki kepolisian untuk menjamin kelancaran arus kendaraan.
Lokasi yang dipilih mencerminkan titik rawan kecelakaan lalu lintas, menurut data internal Polda Jatim. Dengan mengatur lalu lintas secara langsung, polisi tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Sebagai bagian dari Commander Wish Kapolda Jatim, kegiatan ini menggabungkan pelayanan operasional dengan interaksi langsung. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, "Kehadiran personel di lapangan bertujuan memastikan pelayanan polisi dirasakan masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk."
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa Kapolda Jatim juga memantau kinerja personel di lapangan untuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai arahan. Kombes Pol Abast menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang pengaturan lalu lintas, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih baik antara polisi dan warga.
"Kami ingin kehadiran polisi memberikan rasa aman dan nyaman," jelas Kombes Pol Abast. "Keselamatan lalu lintas membutuhkan kerja sama antara petugas dan pengguna jalan."
Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan menghormati sesama pengguna jalan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polda Jatim untuk meningkatkan kehadiran personel secara humanis dan responsif.