Kabar Gemerlap - Kebijakan transportasi umum gratis untuk pencari kerja di Jakarta mulai 2027 menjadi sorotan investigasi Kabar Gemerlap. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana ini dalam acara Karir Jakarta 2026, menyoroti upaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini mencapai 5,79 persen.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kabar Gemerlap, Pramono menjelaskan bahwa Kartu Layanan Gratis (KLG) akan diberikan kepada 21 kelompok masyarakat, termasuk pencari kerja, pelajar prasejahtera, dan warga pascabencana. Namun, prioritas utama diberikan kepada pencari kerja yang belum pernah bekerja.

“Kami tidak memberikan KLG kepada mereka yang sudah bekerja dan ingin pindah. Fokus kami adalah memastikan para pencari kerja baru bisa mengakses peluang tanpa hambatan transportasi,” kata Pramono.

Investigasi Kabar Gemerlap menemukan bahwa program ini melibatkan 15 instansi pemerintah, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Namun, belum jelas bagaimana verifikasi data pencari kerja akan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan.

Menurut analisis Kabar Gemerlap, kebijakan ini juga mencakup pelatihan bahasa asing melalui Mobile Training Center. Program ini ditujukan untuk tenaga kerja yang ingin bekerja di Singapura, Jepang, dan kawasan Timur Tengah. Namun, belum ada data kuantitatif mengenai kapasitas pelatihan yang akan disediakan.

Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta belum merespons permintaan Kabar Gemerlap mengenai rincian mekanisme penerbitan KLG dan anggaran yang dialokasikan. Sementara itu, asosiasi pelaku usaha mengkritik kebijakan ini sebagai langkah yang terlambat menghadapi tantangan perubahan pasar kerja global.

“Program ini bagus, tetapi implementasinya harus segera dilakukan. Kita butuh data real-time tentang kebutuhan industri dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujar seorang analis ekonomi yang berbicara di bawah syarat anonim.

Kabar Gemerlap terus memantau perkembangan kebijakan ini, termasuk dampaknya terhadap mobilitas tenaga kerja dan efektivitas penurunan TPT di Jakarta.