Kabar Gemerlap - Dalam wawancara eksklusif dengan The Washington Examiner, Presiden AS Donald Trump menolak klaim survei independen yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap dirinya di bawah 40%. Trump menegaskan bahwa angka survei tersebut tidak mencerminkan realitas dukungan yang ia terima dari basis pemilih Partai Republik.
Data dari RealClearPolitics menunjukkan 60,4% warga AS tidak puas dengan kinerja Trump, sementara hanya 38,8% menyatakan puas. Namun, Trump mengklaim angka dukungan terhadap dirinya justru berada di atas 50%.
"Saya tidak berada di angka 38%," tegas Trump. "Saya yakin angkanya 60%."
Klaim Trump didukung oleh analisis Harry Enten dari CNN, yang menunjukkan Trump meraih 99% dukungan dari kelompok pendukung gerakan MAGA dalam pemilu 2024.
Kontradiksi Data Survei Nasional
Survei Reuters/Ipsos mencatat tingkat persetujuan Trump hanya 34%, dengan 65% responden menyatakan tidak puas. Sementara survei Pew Research Center mencatat 30% persetujuan dan 68% ketidakpuasan.
The New York Times mengungkap angka persetujuan Trump sebagai yang terendah sejak masa pemerintahan Harry Truman pada 1946.
Enten menyoroti tantangan Trump dalam menangani inflasi, dengan net approval rating turun dari surplus 8 poin pada 2024 menjadi minus 45 poin menjelang pemilu sela.
"Survei Reuters/Ipsos mencatat persetujuan Trump hanya 31%, angka terendah sepanjang dua periode kepresidenannya," tulis Enten.
Trump tetap memuji CNN atas jajak pendapat yang menunjukkan dukungan tinggi dari pemilih Republik. Namun, hasil survei nasional menunjukkan tekanan signifikan bagi Partai Republik dalam pemilu sela 2026.
Dalam konteks ini, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Trump menjadi isu kritis menjelang pemilu sela. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana pandangan pemilih tercermin dalam persaingan politik federal.