Kabar Gemerlap - Di tengah gelombang kekhawatiran global terhadap limbah plastik, sebuah inovasi dari Indonesia berhasil mencuri perhatian internasional. ParagonCorp, perusahaan yang berbasis di Jakarta, mendapatkan Silver Award dalam Pentawards 2026 melalui proyek Y.Lab, sebuah konsep kemasan parfum yang memanfaatkan material ramah lingkungan. Tidak hanya itu, tiga inovasi desain mereka dipamerkan di Dutch Design Week 2026 di Eindhoven, Belanda, menunjukkan bagaimana Indonesia berkontribusi dalam solusi desain berkelanjutan.
Y.Lab: Mengubah Kemasan Menjadi Solusi Lingkungan
Y.Lab adalah konsep kemasan parfum yang mengangkat kekayaan ekosistem laut Indonesia sebagai inspirasi. Dalam penjelasan Aldin Meidani Algatia, Creative Experience Innovation Lead ParagonCorp, proyek ini bukan sekadar desain estetis, tetapi juga mempertimbangkan masa depan material setelah kemasan tidak lagi digunakan.
“Desain bukan hanya tentang menciptakan produk yang baik, tetapi juga memikirkan apa yang terjadi setelah produk digunakan. Melalui Y.Lab, kami ingin mengajak lebih banyak inovator untuk mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan desain sejak awal,” ujar Aldin.
Konsep kemasan ini mencakup tutup parfum berbasis kalsium karbonat yang dirancang untuk menjadi struktur modular menyerupai terumbu karang. Struktur ini berpotensi dikembangkan sebagai media pendukung pertumbuhan karang di masa depan, meskipun masih memerlukan pengujian lebih lanjut.
C-FOAM: Material Berbasis Residu Kopi
Kemasan luar Y.Lab menggunakan C-FOAM, material berbasis residu kopi dan bio-resin yang dirancang untuk dikomposkan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana sisa bahan dapat dieksplorasi sebagai solusi desain berkelanjutan.
Dutch Design Week 2026: Tiga Inovasi yang Dipamerkan
Di samping Y.Lab, ParagonCorp juga memamerkan SUKLA dan Complexion di Dutch Design Week 2026. SUKLA menghadirkan konsep produk perawatan diri yang memanfaatkan hasil samping pertanian, seperti ampas kopi dan kulit jeruk. Sementara itu, Complexion berfokus pada limbah kosmetik yang diolah menjadi material komposit untuk furnitur interior.
“Ketiga karya ini masih berupa konsep dan prototipe, bukan produk komersial yang telah dipasarkan. Namun, penghargaan Pentawards 2026 dan partisipasi di Dutch Design Week memberi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan ini kepada komunitas desain internasional,” tambah Aldin.
Karya-karya ini membuka diskusi tentang bagaimana keputusan desain sejak awal dapat memengaruhi penggunaan material, fungsi produk, dan dampak lingkungan. Dalam konteks industri yang semakin sadar akan isu lingkungan, inovasi ParagonCorp menunjukkan potensi besar dari pendekatan desain yang berkelanjutan.