Kabar Gemerlap - Dalam upaya menyukseskan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah strategi yang melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari transportasi umum hingga modifikasi cuaca. Ajang yang akan diikuti 37.000 peserta dari 48 negara ini dianggap sebagai ujian bagi kemampuan Jakarta dalam menyelenggarakan acara internasional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan transportasi umum bagi peserta, termasuk operasional MRT Jakarta yang dimulai sejak pukul 03.00 WIB. Langkah ini bertujuan memastikan peserta dari berbagai wilayah tiba tepat waktu. Pramono Anung menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen penuh Pemprov DKI untuk memastikan kelancaran acara.
"Dengan memperhatikan jumlah peserta yang sangat besar, kami harus memastikan semua aspek logistik dan fasilitas telah disiapkan secara optimal," ujar Pramono saat meninjau pengambilan race pack di Istora Senayan, Jumat (23/10/2026).
Salah satu tantangan utama adalah koordinasi antara penyelenggara JRF dengan pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK), yang juga menjadi tempat konser musik. Pramono mengakui, pengaturan lalu lintas dan pengelolaan kepadatan menjadi fokus utama. "Koordinasi yang ketat diperlukan untuk memastikan kedua acara berjalan tanpa mengganggu satu sama lain," katanya.
Untuk mengantisipasi potensi hujan, Pemprov DKI meluncurkan operasi modifikasi cuaca (cloud seeding) sejak Kamis (22/10/2026) di perbatasan Tangerang Selatan dan Bogor. Pramono menyatakan bahwa operasi ini akan berlanjut hingga Sabtu (24/10/2026). "Meski hasilnya bergantung pada kondisi alam, kami berharap ini bisa membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi peserta," ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyoroti pencapaian Jakarta Half Marathon yang telah meraih predikat World Athletics Gold Label. Pramono berharap JRF dapat mengikuti jejak tersebut dan masuk dalam jajaran maraton elite dunia dalam 3-4 tahun mendatang.
"Ini bukan hanya tentang acara olahraga, tetapi juga tentang reputasi Jakarta sebagai kota yang mampu menyelenggarakan acara internasional dengan standar tinggi," tegas Pramono.
Kritik terhadap potensi risiko logistik tetap muncul, terutama terkait kapasitas infrastruktur dan pengelolaan kepadatan peserta. Namun, Pramono menegaskan bahwa semua pihak telah berkomitmen untuk memastikan JRF 2026 menjadi acara yang sukses dan aman.