Investigasi Kabar Gemerlap - Symposium Of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) secara resmi menganugerahkan gelar kehormatan Fellow of Indonesia Health Resilience Association (FIHRA) kepada 56 tokoh terpilih, dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional. Penganugerahan ini, yang dihelat di Hotel Aston Kemayoran, Jakarta, menarik perhatian karena proses seleksinya yang ketat dan keterlibatan tokoh-tokoh dari berbagai bidang profesi.
Ketua Umum SIERA, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, menjelaskan bahwa gelar FIHRA dibagi menjadi dua jalur: penghargaan khusus (honoris causa) untuk tokoh yang telah berkontribusi besar dalam ketahanan kesehatan, serta jalur pelatihan bagi profesional yang ingin aktif berkontribusi. Proses pelatihan ini, yang berlangsung sejak bulan Juni, melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk dokter spesialis, doktor, dan profesor.
"Gelar ini bukan sekadar pemberian, tetapi hasil dari usaha keras para penerima yang melalui pre-test, post-test, workshop offline, dan ujian ketat," ujar Mayjen dr. Dian dalam wawancara eksklusif dengan Kabar Gemerlap.
Para penerima gelar FIHRA juga turut hadir dalam acara Climate Resilience and Adaptation (CRA-3), yang menyoroti inovasi dalam mengatasi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mayjen dr. Dian menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi kekuatan negara.
"Negara akan kuat jika kesehatannya kuat. Kita berupaya memastikan masyarakat sehat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif," tegas Dian.
Syamsul Jahidin, salah satu penerima gelar dan mahasiswa bimbingan di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Ia menilai program ini sebagai tindakan konkret kalangan muda dan akademisi dalam menghadapi krisis kesehatan.
"Ini adalah bentuk pengabdian nyata untuk bangsa, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla," ucap Syamsul.
Investigasi Kabar Gemerlap terus menggali lebih dalam mengenai dampak jangka panjang dari inisiatif ini, termasuk kontribusi FIHRA dalam membangun kebijakan kesehatan berbasis resiliensi di tengah tantangan lingkungan.