Grup band Ungu berhasil menggelar konser perayaan ulang tahun ke-30 dengan sukses membangkitkan kenangan mendalam bagi para penggemar setianya. Pertunjukan yang berlangsung selama tiga jam ini menampilkan 29 lagu dari berbagai periode karier mereka, menciptakan atmosfer nostalgia yang kental di dalam Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Penampilan dimulai dengan Pasha mengenakan setelan jas biru, membuka konser dengan dua lagu klasik: 'Karena Dia Kamu' dan 'Ciuman Pertama'. Respons penonton langsung terasa antusias, terutama dari komunitas Cliquers yang hadir dalam jumlah besar. Pasha juga menyelipkan lelucon ringan soal celananya yang kembali melorot, mengacu pada insiden serupa yang terjadi sekitar dua dekade lalu.
"“Ini bukan 2006, tapi tahun 2026 celananya tetap melorot juga,"” ujar Pasha saat menyapa para penggemar dengan gaya yang hangat dan akrab, mempererat hubungan emosional antara artis dan pendengarnya.
Langkah berikutnya, Ungu melanjutkan penampilan dengan membawakan 'Percaya Padaku', 'Sejauh Mungkin', dan "Berikan Aku Cinta". Setiap lagu disajikan dengan energi tinggi dan keakraban yang khas dari band legendaris ini, memperkuat kesan bahwa mereka tetap relevan di era musik modern.
Kehadiran Andien sebagai kolaborator pertama menambah kehangatan malam itu. Ia tampil membawakan salah satu lagu hits bersama Ungu, 'Saat Bahagia', yang langsung memicu respons emosional dari penonton. Namun, di tengah penampilan, terjadi kendala teknis saat mikrofon milik Andien tiba-tiba mati.
Meski begitu, Andien tetap menjaga profesionalisme dengan melanjutkan menyanyi tanpa alat bantu suara, mengandalkan kekuatan vokal dan keberanian panggung. Ia kemudian menyampaikan doa untuk Ungu dengan penuh harapan.
"“Doanya buat Ungu yang jelas semoga selalu solid, menjadi Ungu seperti yang selalu ada selama ini. Ungu tuh ya menurut aku salah satu band yang kekeluargaan banget, mendahulukan keluarga itu benar-benar luar biasa sekali. Kemudian untukku, Ungu itu adalah salah satu band yang paling membumi yang pernah aku lihat di Indonesia. Hitsnya ada banyak, siapa yang enggak tahu lagu-lagu Ungu,"” kata Andien saat menyampaikan doa untuk band yang telah menjadi bagian dari perjalanan musiknya.
Selama penampilan, Andien juga sempat berinteraksi langsung dengan penonton. Ia bahkan sesekali turun ke area depan panggung, menghampiri penonton satu per satu, menyalami, dan berfoto bersama. Aksi ini membuat suasana semakin hangat dan personal.
"Pasha lantas melanjutkan penampilan Jumat malamnya dengan membawakan lagu “Cinta Gila"”, "Seperti Yang Dulu" dan "Cinta Dalam Hati". Setiap interaksi terasa tulus, menunjukkan kedekatan antara artis dengan para penggemar yang telah setia selama puluhan tahun.
Kemudian, penampilan kembali diperkuat oleh penyanyi Rossa yang hadir sebagai kolaborator kedua. Ia membawakan dua lagu spesial, "Hati Yang Kau Sakiti" dan "Tercipta Untukku", yang menjadi momen puncak bagi para penonton yang menantikan kehadirannya.
Setelah itu, Kiesha Alvaro dan Zara Leola muncul sebagai kolaborator berikutnya dengan membawakan 'Laguku' dan "Jika Itu Yang Terbaik". Sebelum tampil, keduanya sempat berbagi perasaan mendalam tentang ayah mereka yang sibuk menjalani karier bersama Ungu.
"“Ayah itu sosok yang sibuk dan perfectionist, itu yang kadang buatku kesal. Tiap kali aku pengin cerita, ayah cuma jawab singkat karena terlalu lelah bekerja,"” tutur Zara, suaranya terdengar gemetar karena emosi.
"Untungnya di aku agak beda. Ayah pernah izin bekerja tanganku enggak sengaja kena knalpot dan dia nemenin aku sampai aku sembuh. Pada saat itu aku merasa, ya… sebesar itulah cinta seorang ayah. Bagimana dia menyayangiku dan berkorban untukku," sambung Kiesha,
Udang di Balik Batu
Seperti Mati Lampu