Berjam-jam sebelum demonstrasi Hari Sumpah Pemuda dimulai, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah memberikan pernyataan jelas di Mabes Polri. "Hari ini kita akan terus menjamin keselamatan dengan cara yang sama di seluruh Indonesia," ujarnya pada hari Selasa (27/10/2026).

"Kita tetap mengedepankan upaya humanis dan melakukan tindakan preventif serta preemptif oleh kepolisian." Kata Kapolri sambil meminta agar tidak ada aksi anarki dari pihak manapun.
Sebuah video mulai beredar setelah demonstrasi dimulai di lapangan, memberi pandangan yang bertentangan dengan janji-janjinya.

Namun, rekaman tersebut menampilkan atmosfer tensi di area jalur protokoler; ratusan warga sipil tergabung di tengah jalan sedangkan polisi dalam pakaian hitam lengkap dengan helm taktis mencoba memimpin arus dan meredakan pertemuan antara para示威者和警方。

Pelanggaran HAM dalam Video

Dalam bagian-bagian video tersebut terlihat peserta aksi diamankan dengan cara diduga melibatkan tendangan dan pemukulan. Hal ini dilakukan di tengah kerumunan yang sedang berteriak-teriak.

Sejumlah orang tampak ditarik paksa oleh petugas saat situasi masih sangat tidak tertib, jauh dari apa yang telah disampaikan sebagai pendekatan humanis beberapa jam sebelumnya.

Penting dicatat bahwa hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pihul kepolisian mengenai video tersebut. Belum diketahui kronologi lengkap apa yang terjadi dalam pengamanan dan apakah adegan kekerasan di videonya benar-benar seperti yang tampaknya atau memiliki konteks lain yang belum jelas, misalnya respons atas provokasi atau tindakan anarkis sebagian massa.

Tanpa klarifikasi lebih lanjut, isi video ini masih berstatus dugaan bukan fakta yang sudah pasti.

Hari ini harus menjadi momen perayaan semangat persatuan dan keberanian generasi muda bersuara seperti apa yang diceritakan pada Kongres Pemuda II hampir satu abad lalu. Namun ironi terjadi; video yang beredar tidak menampilkan hubungan harmonis antara pihak berwenang dan rakyat melainkan mengajukan pertanyaan baru tentang konsistensi antara pernyataan resmi dari pusat dengan praktik lapangan.

Dengan beredarnya video tersebut di media sosial, publik sekarang membutuhkan klarifikasi lengkap dari polisi soal kebenaran dan konteks penuh insiden ini, serta penjelasan seberapa jauh “humanisme” dalam tindakan aparat dapat dilihat dibanding hanya ucapan-ucapan yang disampaikan sebelum aksi dimulai.

Hari ini ya kita akan tetap melakukan upaya pengamanan, ya, di seluruh Indonesia. Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preemptif kepolisian,