Kegiatan promosi kuliner Korea Selatan melalui K-Food Festa 2026 secara resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober, di KOREA 360, Lotte Mall. Acara ini menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperkenalkan produk pangan Korea kepada masyarakat Indonesia.
Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Republik Korea bersama Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) menargetkan peningkatan kesadaran dan minat terhadap produk pangan asal Korea di pasar Indonesia.
Selama tiga bulan penyelenggaraan, K-Food Festa mengusung tiga tema berbeda setiap bulan: Trendy pada Agustus, Premium pada September, dan Halal pada Oktober. Tema-tema ini dirancang untuk menyesuaikan dengan tren konsumsi dan kebutuhan pasar yang beragam.
Setiap tema dikemas melalui serangkaian aktivitas promosi yang dirancang agar pengunjung dapat mengenal produk pangan Korea secara mendalam sambil mencicipi langsung berbagai makanan khas dari negara tersebut.
Pendekatan tematik ini memberikan ruang bagi konsumen untuk mengeksplorasi K-Food melalui pengalaman langsung, bukan hanya sekadar melihat atau membaca informasi.
Beragam kegiatan digelar selama periode acara guna meningkatkan partisipasi publik. Mulai dari penjualan khusus produk pangan Korea, demonstrasi memasak oleh celebrity chef, hingga pembuatan bibimbap berukuran besar yang menjadi daya tarik visual.
Selain itu, pengunjung juga bisa ikut serta dalam estafet membuat tteok-kkochi atau sate kue beras, aktivitas yang menarik karena melibatkan kerja sama tim dan keberagaman rasa.
Pengalaman interaktif menjadi salah satu pilar utama program ini. Melalui permainan dan aktivitas memasak, pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga belajar mengenali ciri khas makanan Korea saat berbelanja.
Salah satu konsumen muslim Indonesia yang rutin menghadiri acara tersebut menyampaikan bahwa alasan utamanya datang setiap minggu adalah karena variasi kegiatan dan ketersediaan produk halal.
"“Karena ada program dengan tema yang beragam dan tersedia produk halal asal Korea, saya datang ke paviliun promosi ini setiap akhir pekan setiap bulannya," katanya.
Pengalaman mengikuti kuis pengenalan produk asli Korea juga memberikan nilai edukasi yang tinggi bagi konsumen. Banyak dari mereka menyadari betapa berbedanya produk Korea dibandingkan dengan makanan lokal atau internasional lainnya.
Setelah mengikuti kuis tersebut, seorang pengunjung mengungkapkan bahwa ia kini lebih percaya diri dalam memilih produk pangan Korea saat berbelanja di supermarket.
“"Setelah ikut kuis menebak K-Food asli, sekarang saya jadi lebih mudah mengenali produk asal Korea saat berbelanja sehari-hari,"” lanjutnya.
Puncak acara digelar pada 24 Oktober 2026 dengan penampilan idola K-POP yang menarik perhatian ribuan pengunjung. Acara ini juga menyajikan jumpa penggemar dan sesi tanda tangan langsung dari para artis.
Penutupan program juga dirangkai dengan peluncuran hasil dari K-Food Supporters Angkatan Pertama 2026, yang diikuti oleh 30 peserta. Mereka telah menjalankan tantangan promosi bertema K-Food halal setiap bulan sejak awal tahun.
Pada kesempatan tersebut, lima peserta dengan kinerja terbaik diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperluas kesadaran masyarakat terhadap produk pangan Korea yang halal.
Rangkaian acara penutup mendapat respons positif dari para pengunjung, menunjukkan betapa kuatnya keterkaitan antara promosi kuliner dan budaya populer Korea Selatan.
Selain K-POP, pengalaman Hallyu yang dikenal luas di Indonesia juga mencakup K-Beauty dan K-Content. Ketiga elemen ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih mengenal produk dan budaya Korea secara menyeluruh.
K-Food Festa tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam memperluas pasar K-Food halal di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi, acara ini berhasil menggabungkan edukasi, hiburan, dan pemasaran.
Melalui tiga bulan kegiatan yang padat, penyelenggara mampu menciptakan pengalaman multi-layered bagi konsumen—mulai dari pengetahuan produk, keterlibatan langsung, hingga kenangan budaya.
Program ini juga berperan dalam mempererat hubungan ekonomi dan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia. Melalui perdagangan pangan dan pertukaran nilai-nilai budaya, kedua negara semakin dekat secara komersial maupun sosial.
Shin Dong-hee, Chief Representative aT Jakarta, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas pengenalan produk pangan Korea di Indonesia. Ia menyebut bahwa minat masyarakat terhadap kuliner asal Korea terus meningkat pesat.
“"Indonesia adalah negara dengan populasi muslim yang mencapai 250 juta jiwa, karena itu kami berkomitmen akan terus menggelar berbagai kegiatan promosi agar lebih banyak produk yang aman, berkualitas tinggi, dan bersertifikat halal dapat dikenal dan dinikmati oleh konsumen di Indonesia,"” ungkap Shin Dong-hee.
"Ia menambahkan bahwa kegiatan promosi serupa akan terus dikembangkan agar akses konsumen terhadap produk pangan Korea semakin mudah."
“"Melalui beragam acara promosi ke depannya, kami akan terus berupaya agar semakin banyak konsumen dapat dengan mudah mengenal dan menikmati K-Food,"” tambahnya.
Ke depan, penyelenggara berencana memperkuat pendekatan berbasis pengalaman langsung sebagai strategi utama dalam membantu konsumen memahami pilihan makanan Korea, termasuk produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen muslim.
Acara K-Food Festa di Indonesia diproyeksikan akan kembali digelar dalam waktu dekat, menandai komitmen jangka panjang dari pihak Korea untuk memperkuat posisi K-Food di pasar Indonesia.
Pengalaman langsung yang ditawarkan melalui acara ini menjadi model baru dalam promosi produk pangan, terutama bagi kategori yang belum dikenal luas oleh konsumen lokal.
Keterlibatan aktif pengunjung dalam setiap aktivitas menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan interaktif jauh lebih efektif dibandingkan metode promosi tradisional.
K-Food Festa 2026 berhasil membuktikan bahwa kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang budaya, identitas, dan pengalaman yang bisa dibangun secara emosional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas, acara ini menjadi contoh nyata bagaimana promosi produk dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.
Kehadiran produk halal dalam tema Oktober menunjukkan kesadaran penyelenggara terhadap kebutuhan pasar Indonesia yang besar dan heterogen.
Kesuksesan acara ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjalin kerja sama dengan produsen Korea, baik dalam distribusi maupun inovasi produk.
K-Food Festa 2026 bukan sekadar acara promosi, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem budaya kuliner Korea di Indonesia yang berkelanjutan.
Kehadiran K-POP dan elemen Hallyu lainnya menunjukkan bahwa budaya populer dapat menjadi alat efektif untuk membuka pintu masuk ke dunia produk pangan asing.
Melalui pendekatan ini, konsumen tidak hanya belajar memilih makanan Korea, tetapi juga mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kesuksesan program ini menjadi dasar bagi pengembangan inisiatif serupa di kota-kota lain di Indonesia, termasuk daerah dengan potensi pasar kuliner Korea yang tinggi.
K-Food Festa 2026 menunjukkan bahwa promosi produk pangan bisa dilakukan secara holistik—menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman langsung dalam satu kesatuan acara.
Kesadaran konsumen terhadap produk asal Korea meningkat secara signifikan selama tiga bulan pelaksanaan acara.
Kini, masyarakat tidak lagi menganggap makanan Korea sebagai sesuatu yang asing atau sulit diakses, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup modern yang dapat dinikmati secara luas.
Program ini menjadi bukti bahwa keberhasilan promosi tidak hanya ditentukan oleh jumlah produk yang dipasarkan, tetapi juga oleh kedalaman pengalaman yang diberikan kepada konsumen.
K-Food Festa 2026 berhasil menciptakan ikatan emosional antara masyarakat Indonesia dan budaya kuliner Korea melalui interaksi langsung dan kegiatan yang bermakna.
Kesuksesan acara ini juga menunjukkan potensi besar bagi produk pangan Korea untuk menembus pasar Indonesia, terutama jika didukung oleh strategi promosi yang kreatif dan berbasis pengalaman.
Kedepannya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas akan menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan K-Food di Indonesia.
K-Food Festa tidak hanya mengenalkan makanan, tetapi juga membuka pintu bagi kerja sama ekonomi dan budaya yang lebih luas antara dua negara.
Semua yang gemerlap, kami kabarkan.