Ruben Onsu mengecam sebuah komentar yang disuarakan oleh Benny Simanjutak.

LambeTurahBali - Perseteruan antara pembelaan Benny terhadap Sarwendah kini telah membawa arus ke kontroversi baru. Bukan lagi soal buzzer dan report massal, melainkan perang kata-kata langsung dengan Ruben di media sosial.

Pemicunya bermula dari unggahan Ruben yang mempertanyakan suatu komentar milik Benny.

Dalam unggahannya, Ruben menulis, "Astaghfirullahaladzim, semakin over. Istilah mualaf & kafir itu istilah agama, kenapa dipakai untuk disamakan dengan hewan," merujuk pada komentar Benny tentang "Tapi ini anjing mualaf, bukan anjing kafir lagi," pernyataan yang dianggap Ruben tidak pantas karena menyandingkan istilah keagamaan dengan hewan peliharaan.

Benny tidak tinggal diam menghadapi kritik tersebut. Ia bertanya kenapa Ruben justru merasa kesal pada sebuah istilah yang sebenarnya hanya berlaku untuk hewan bukan manusia.

Kenapa memang kalau bilang, anjingnya sudah mualaf? Emang yg piara org Muslim… yg dibicarakan anjing kok kau yg tersinggung, mau nanya emang kau sama dengan anjing???

Dan ia menuding pihak-pihak yang dianggapnya kebingungan dalam membedakan antara kritik terhadap hewan dan penghinaan terhadap manusia sebagai "org bodoh tapi sok pintar".

dari sana, konflik memburu menjadi penuduhan-penuduhan yang lebih serius.

Benny menyebutkan tentang penggunaan akun-akun anonim dan layanan penyemprotan ulasan bayaran sebagai alat utama dalam merebut kembali reputasinya, sekaligus memberikan peringatan bahwa ia tidak segan-segan menggunakan cara-cara formal seperti persidangan untuk melindungi diri dari tudingannya tersebut.

Dia mengancam akan mencabut tuntutan pidana pasal penghasutan jika semua akun palsu diblokir dan membuktikan transaksi dengan jasa penyebar informasi tersebut. Menurut dia, Pasal 28 ayat (2) jo. Pasal 45A ayat (2) UU ITE melarang menyebarkan informasi elektronik yang membangkitkan kebencian berdasarkan SARA.

"Saya bisa tuntut dia pasal penghasutan, saya buka semua akun fake nya dan saya tunjukkan pembayaran ke buzzer nya," tulisnya.

Perlu dicatat bahwa klaim Benny tentang adanya akun palsu dan transaksi dengan jasa penyebaran informasi ini masih sepihak; hingga kini belum ada publikasi bukti nyata maupun konfirmasi dari pihak-pihak terkait.

Benny pun bertanya kembali alasannya dianggap merendahkan agama, padahal dia percaya sebaliknya mendapat serangan bahasa yang lebih keras dari penuduh-penuduh tersebut.

"Lebih kasar bilang ‘kau anjing’ ke pada saya dari pada bilang anjing itu sudah mualaf," tulisnya sambil meng tuduh lawannya membingkai masalah menjadi isu agama semata-mata untuk bawa-bawaan."

Mau memframing bawa-bawa kemasalah agama kau Ruben? Agamamu melarang menelantarkan anak, melarang sex sejenis, berdusta dan semua itu kau lakukan,
Nah kan pasti digiringnya ke isu agama mulu om because from dulu tujuan mereka kayak dibalik agama

Dalam kolom komen, warganet terlibat spekulasi mengenai motif di balik perseteruan tersebut. Salah satu akun mencatat, “Nah kan pasti digiringnya ke isu agama mulu om karena dari dulu tujuannya dia kaya dibalakn agama,” menunjukkan publik sudah memperhatikan pola berulang dalam konflik yang melibatkan masalah sensitif seperti ini.

Sampai saat ini, baik Benny maupun Ruben saling tuduh-tuding tanpa ada partisipan ketiga ataupun klarifikasi rasmi untuk memadam konflik tersebut.

Benny dan Ruben masih bertengkar panas pada kedua-dua pihak.

Dengan suasana yang tetap emosional dari keduanya, masyarakat sekarang menunggu apakah perdebatan ini akan berlanjut ke ranah hukum seperti ancaman yang dikeluarkan oleh Benny atau reda dengan sendirinya semacam perseteruan selebriti lain di media sosial.

Nah kan pasti digiringnya ke isu agama mulu om karena dari dulu tujuannya dia kaya dibalik agama,