Ruben Onsu mengutuki potensi kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Pihak Sarwendah merespons dengan menampilkan laporan psikologi dari si kecil sebagai 102 alat bukti di pengadilan hak asuh PN Jakarta Selatan, Rabu (28/10).
Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon dan Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan psikologis menjadi materi penting yang disertakan dalam pembuktian.
Dia menyatakan bahwa hasil tes memperkuat keyakinan tim hukum mereka tentang kepatutan Sarwendah untuk tetap menjadi wali aset dua putranya. "Kami menunjukkan bahwa pelanggan kami adalah yang paling berhak membela kedaulatan keduanya. Dalam penilaian psiko-forensik tidak ada bukti adanya perbuatan tindak kasar terhadap anak-anaknya," kata Abraham Simon.
"Dalam penilaaiannya, psiko-forenset tidak ditemukan adanya tindakan penganiayaan pada anak." - Chris Sam Siwu
Chris juga menyampaikan serupa mengenai hasil tersebut dan memastikan dalam dokumen forensik yang diajukannya tak menunjukkan indikasi kekerasan kepada anak. "Tidak ada petunjuk dari pemeriksaan psiko-forensik tentang kekerasan terhadap putrinya," tambah Chris.
- Pada proses hukum ini, tim kuasa hukum Sarwendah telah memberikan sejumlah bukti lainnya di luar tes psiko-forenset termasuk 102 barang bukti total.
- Barang bukti mencakup sembilan video, tujuh puluh surat dan dokumen serta dua tiga foto.
Berbagai materi tersebut menjadi bagian dari argumen yang disampaikan dalam perdebatan hak asuhan. Namun, Abraham menekankan bahwa pengajuan suatu bukti tidak berarti klaim atau isi kenyataannya akan diterima secara otomatis oleh majelis hakim; penilaian atasnya tetap merupakan proses hukum di pengadilan.
Sarwendah Tidak Menerima Biaya Anak Sejak Januari 2026
- Abraham juga menyebutkan bahwa Sarwendah sudah tidak menerima biaya pembiayaan dan pendidikan untuk Thalia serta Thania sejak bulan itu. "Sejak Januari 2026, pelanggan kami tak lagi mendapatkan sumbangan biaya bagi kedua anak tersebut," ungkap Abraham.
Klaim ini membentuk bagian dari argumen mereka dalam pertanyaan hak asuhan; pentingnya kebutuhan finansial yang dihasilkan oleh pengasuh harus menjadi perhatian.
"Tidak ada klaim terkait penyaluran dana atau uang jatah kepada Sarwendah." - Ruben Onsu
Hasil Pemeriksaan Thalia dan Thania Sesuai Usia Mereka
- Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan psiko-forenset untuk kedua anak tersebut menunjukkan perkembangan mental mereka sesuai dengan usia masing-masing. "Dokumen ini memberikan pemahaman tentang kondisi kesehatan mental putrinya," ungkapnya.
Pada samping itu, tim hukum juga menyertakan penilaian Sarwendah sendiri; hal yang memperkuat argumentasi posisinya dalam kasus pengasuhan.
"Sarwendah memiliki karakteristik kepribadian dan fungsi perawatan yang mendukung tanggung jawab sebagai wali aset." - Penilaian Psiko-forenset
Kami menunjukkan bahwa klien kami lah yang paling layak untuk mempertahankan hak asuh anak-anaknya. Dalam bukti psikolog forensik tidak ditemui adanya kekerasan terhadap anak,
Sejak Januari 2026 klien kami tidak lagi menerima biaya pemeliharaan dan pendidikan untuk anak-anak,
Psikolog juga melihat bahwa Sarwendah sangat penting bagi anak-anak dalam proses pengasuhan. Artinya, Sarwendah berhasil menjalankan fungsi pengasuhan,