Dalam upaya menghadapi proses penyelidikan kasus tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang melibatkan Betrand Peto, ANW memilih untuk kembali ke Solo, Jawa Tengah sebagai langkah strategis guna merawat kondisi mentalnya selama masa pemeriksaan berlangsung.
Keputusan ini diambil setelah ia menjalani beberapa sesi wajib dari Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), termasuk pemeriksaan ketiga. Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, menyatakan bahwa kepulangan tersebut bertujuan agar sang klien dapat bersatu dengan ibunya, seorang figur penting dalam hidupnya yang turut terdampar oleh situasi saat ini.
"Dia berangkat Selasa malam, setelah terakhir kami melakukan pemeriksaan UPT PPA yang ketiga. Dia bercerita, ya, saya bilang, ya sudah, kamu berangkat dulu ke Solo, ketemu ibumu,"
Kemungkinan adanya proses penyelidikan tambahan baik bagi pelapor maupun tersangka masih bergantung pada instruksi resmi dari penyidik,
Menurut Nathaniel, persoalan yang dialami ANW tidak hanya berdampak terhadap kondisi korban, tetapi juga memengaruhi keadaan psikologis keluarganya. Ia menyebut ibunda ANW turut mengalami kebingungan dan tekanan setelah mengetahui permasalahan yang menimpa anaknya.
Keluarganya, karena ibunya juga merasa frustrasi. Jadi ibunya ini juga mengalami bingung, frustrasi dan depresi terhadap apa yang terjadi pada anaknya. Jadi ini bukan hanya bicara tentang ANW, tapi ini bicara tentang ibunya juga, bicara tentang keluarganya juga,
Karena itu, Nathaniel menilai dukungan keluarga menjadi salah satu hal penting yang dibutuhkan ANW di tengah proses hukum yang masih berjalan. Ia menyebut pihak keluarga mengharapkan adanya keadilan sekaligus pemulihan bagi ANW.
Keadilan itu didapatkan. Pemulihan terhadap dia juga harus dipulihkan,
Hal senada disampaikan Tua Ambarita, yang juga menjadi kuasa hukum ANW. Menurut Tua, keberadaan keluarga dapat memberikan ketenangan tersendiri bagi kliennya. Ia berharap ANW bisa mendapatkan dukungan emosional selama berada bersama orang-orang terdekatnya.
Ya pasti lah, namanya siapapun dekat dengan keluarga pasti lebih baik kan. Maksudnya saling menenangkan satu sama lain,
Tua juga tidak menampik bahwa ANW berpotensi kembali mengingat pengalaman yang dilaporkannya ketika harus menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, ia mengatakan tim kuasa hukum akan terus mendampingi ANW agar kliennya merasa aman selama proses hukum berlangsung.
Kalau untuk masalah recall lagi sama kejadian ini, ya kalau itu pasti ada. Cuman kan dengan adanya kami advokat mendampingi, kan udah memberikan rasa aman lah bagi dia,
Sementara itu, laporan dugaan TPKS yang diajukan ANW kini telah ditingkatkan oleh penyidik Polda Metro Jaya dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Tua mengatakan, kliennya sudah mengetahui perkembangan tersebut setelah informasi mengenai peningkatan status perkara beredar di media.
Ya, campur aduk. Artinya dia bisa dibilang sedih sekaligus senang,
Meski demikian, peningkatan status laporan tersebut mendapat apresiasi dari tim kuasa hukum. Nathaniel dan Tua menilai penyidik Polda Metro Jaya telah menjalankan tugas sesuai ketentuan hukum. Nathaniel bahkan mengaku telah memiliki keyakinan sejak awal bahwa laporan ANW akan diproses melalui jalur hukum.
Sejak awal kami optimistis. Sejak awal kami optimistis. Kenapa kami optimistis? Karena sebelum kami mendampingi, kami mempelajari,
Sementara itu, Tua menegaskan bahwa peningkatan status perkara ke tahap penyidikan belum dapat diartikan sebagai penetapan tersangka. Hingga saat wawancara berlangsung, pihaknya mengaku belum memperoleh informasi mengenai siapa pun yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Untuk masalah penetapan tersangka, biarlah itu menjadi kewenangan penyidik,